Kisah Inspirasi Mualaf

/ January 1, 2019/ 0 comments


Jalan setiap mualaf dalam menemukan Islam berbeda-beda. Mereka melewati proses panjang untuk meraih hidayah yang begitu berharga. Karena hidayah memeluk Islam adalah sebuah keutamaan yang tidak semua orang mendapatkannya.

Salah satunya Brayen yang masih sangat muda dengan perawakan sederhana (17 tahun), kelahiran Tanjung Balai Karimun ini. Pria bernama lengkap Brayen Pratama itu mendapat ujian berat di awal kepindahannya memeluk Islam.Tantangan terberat dia adalah meyakinkan keluarga besarnya agar bisa menerimanya utuh sebagai seorang muslim. “Tidak mudah bagi seorang berpindah keyakinan. Pasti ada pertentangan di keluarga. Tapi Semakin saya ingin menolak Islam, saya semakin diarahkan kepada Islam hingga saya tak kuasa menolaknya ” katanya.

Brayen akhirnya memutuskan memeluk Islam pada tahun 2018 “. Rasa tak kuasa membendung dorongan batin untuk memeluk agama Islam ini pun akhirnya aku buka. Keinginan untuk beragama Islam akhirnya muncul dalam diri saya. Pada waktu itu, saya mempertaruhkan segalanya demi Islam. Keluarga, kasih sayang orang-orang terdekat, hingga fasilitas yang selama ini saya dapatkan dari orang tua, saya pertaruhkan di situ. Namun, saya sudah yakin dengan Islam dan tidak akan bergeming sedikit pun,” ucapnya.

Hingga tibalah hari ini, dengan harapan menyempurnakan keimanannya, orang tua Brayen yang sebelumnya sudah dihubungi Tim Baituzzakah Pertamina RU II Dumai untuk datang ke Rumah Sakit Pertamina Dumai. Meski diakui gugup diawal, namun Brayen mengaku sedikit lebih tenang setelah berkomunikasi dan berkonsultasi sebelum proses khitan dengan tim medis.

“Keinginan saya sangat besar untuk berkhitan semenjak memeluk islam, namun keterbatasan finansial saya dan adik-adik belum berkhitan sesuai syariat islam. Proses khitan pun semakin mudah dan cepat dengan teknologi laser, didampingi ibundanya Nur Linda percaya diri saya untuk berkhitan semakin kuat. Saya bersyukur selalu dipertemukan dengan orang-orang baik selama proses keislaman saya ini,” ujarnya.

Ibu Nur Linda juga mengatakan bahwasannya dalam proses berislamnya Brayen ini tentu banyak sekali ujian yang menimpanya, namun diposisi inilah juga ia harus membuktikan keistiqomahannya dalam berislam, dan selalu bersyukur Allah telah memberikannya hidayah yang sangat manis, yakni Iman.

“Saya benar-benar merasakan banyak ujian ketika masuk Islam, Dulu saya adalah pribadi yang berkecukupan dan bertahun-tahun saya merasakan nikmat yang seperti itu, namun sekarang setelah saya memeluk Islam Allah menguji saya. Tapi ini adalah sarana saya untuk membuktikan diri, dan belajar makna dari keistiqomahan” ungkap Brayen.

Mandiri Syariah 7009022688 a.n Yayasan Baituzzakah Pertamina

# Informasi & Konfirmasi :
Call Center : 0765 44 6962
SMS/ WA : 0813-78121700

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*