“Andai Ini Ramadhan Terakhirku”

/ May 6, 2019/ 0 comments

Bagaimana kita menjalani Ramadhan kali ini? Berapa banyak kebaikan yang berusaha kita kumpulkan?

Pastinya kita akan sungguh-sungguh mengisi siang dan malamnya dengan banyak ibadah. Banyak amal-amal kebaikan yang kita lakukan, walau membutuhkan pengorbanan tenaga dan materi yang tak sedikit. Mengikhlaskan niat dalam semua amalan. Bertekad meninggalkan semua yang bisa merusak puasa dan mengurangi kesempurnaannya.

Mari kita istimewakan Ramadhan kali ini dengan meningkatkan perhatian kita kepadanya, seolah-olah kita berpuasa padanya sebagai puasa perpisahan. Kita buang rasa malas yang menghabiskan umur kita dan kita singkirkan angan-angan panjang yang melalaikan dari ibadah yang sungguh-sungguh. Kita keluar dari sekat rutinitas dalam pelaksanaannya kepada ibadah yang hidup ruhnya.

Boleh jadi pada Ramadhan-ramadhan yang telah berlalu kita mengerjakannya hanya sebatas untuk menggugurkan kewajiban, maka kita jadikan Ramadhan kali ini benar-benar bisa mewujudkan makna Shiyam Imanan wa Ihtisaban sehingga terampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.

Bisa jadi di antara kita ada yang semangat menghatamkan Al-Qur’an beberapa kali di tahun ini, maka kita jadikan hataman Al-Qur’an di Ramadhan ini sebagai hataman yang ditadabburi, dipahami dan diamalkan isinya.

Jika di tahun sebelumnya ada yang punya hobi berpindah-pindah masjid untuk mencari imam yang bagus bacaannya atau lebih cepat shalatnya, maka ditahun ini kita tanamkan tekad untuk mengejar shalat yang lebih sempurna.

Jika biasanya kita manjakan diri dan keluarga kita dengan minuman dan makanan enak serta hal-hal yang bersifat duniawi, maka di tahun ini kita manjakan diri dan keluarga dengan hidangan ruhiyah dan imaniyah sehingga terpancar cahaya keimanan dalam rumah kita.

Kita yang senang karena sudah membahagiakan keluarga dengan materi duniawi, maka kita perlebar kebahagiaan tersebut ke keluarga lain yang membutuhkan. Kita tingkatkan rasa berbagi kepada keluarga saudara muslim di Ramadhan tahun ini sebagai wujud rahmat kita kepada sesama. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita.

Jika kita sudah sering sedekah untuk membantu orang yang menderita, maka kita jadikan tujuan sedekah kita di Ramadhan ini untuk menyelamatkan diri kita dari jilatan api neraka akibat kesalahan dan dosa kita. Karena sedekah yang ikhlas bisa menghapuskan kesalahan sebagaimana air yang memadamkan api. Sedekah juga merupakan sarana efektif memadamkan kemurkaan Allah.

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*