BANTUAN MESIN OBRAS UNTUK ATIRAH

/ February 18, 2020/ 0 comments

Di pinggiran Kota Dumai, sebuah rumah papan yang berukuran panjang yang masih berdiri kokoh, Siti Atirah  (52) terlihat masih berkutat dengan mesin jahit tua, menyelesaikan jahitan baju pesanan dari pelanggannya. Ruangan depan bentuk kedai yang disulap menjadi tempat bagi janda dua anak ini untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari jahit agar dapur di rumahnya tetap mengepul. Mesin jahit ini bukanlah milik Siti Atirah, melainkan milik saudaranya.

Siti Atirah tinggal di Jl. Kelapa Tiga, kel. Purnama, Kec. Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, kadang beliau mengaku  menerima pesanan 2-3 pakaian setiap hari. Itu pun kadang tidak menentu, bisa-bisa selama satu minggu tidak ada satu pun order jahit atau sekadar permak pakaian yang datang.

Meski penghasilannya tidaklah menentu, tidak setiap hari, Siti Atirah kadang tidak mendapat uang sama sekali. Ia bersyukur penghasilannya sebagai penjahit rumahan masih mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anaknya yg masih sekolah.

Meski Siti Atirah tidak mengeluarkan uang untuk keperluan sewa kontrak rumah, namun beliau harus menjaga tanah dan rumah milik orang yang ditempatinya. Sebagai satu-satunya tulang punggung keluarga, Siti Atirah tidak pernah berpangku tangan. Baginya hidup harus terus berjalan. Meski hidup yang dilakoni dalam suasana keprihatinan.

Dengan diberikannya bantuan yang diberikan berupa mesin obras bisa mempermudah Siti Atirah dalam bekerja mencari pundi-pundi uang, “bantuan ini untuk menghidupi dua orang anak saya dengan adanya usaha ini saya bisa menambah kebutuhan sehari-hari dan uang jajan anak sekolah. Hanya Do’a yang bisa kami panjatkan kepada Allah semoga para Donatur Baituzzakah Pertamina mendapat ridho Allah SWT, tutur Siti Atirah.

Mandiri Syariah 7009022688 a.n Yayasan Baituzzakah Pertamina

# Informasi & Konfirmasi :
Call Center : 0765 44 6962
SMS/ WA : 0813-7812170

Share this Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*